Hari Literasi Internasional: Saatnya Kenalkan Anak pada Buku

Setiap tanggal 8 September, dunia memperingati Hari Literasi Internasional. Hari yang juga dinamakan Hari Aksara Internasional atau Hari Melek Huruf Internasional adalah hari sebagai pengingat masyarakat dunia bahwa kemampuan membaca dan menulis adalah kunci utama untuk membuka jendela ilmu pengetahuan. Literasi bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan fondasi bagi tumbuhnya generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.

Di Indonesia, tantangan literasi masih cukup besar. Berbagai data menunjukkan minat baca masyarakat relatif rendah, sehingga perlu ada upaya serius sejak usia dini. Anak-anak pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah kelompok yang sangat penting dikenalkan dengan buku. Pada masa emas perkembangan otak, stimulasi melalui membaca buku dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, memperkaya kosakata, dan membangun imajinasi.

Mengenalkan buku sejak dini tidak berarti memaksa anak untuk bisa membaca cepat, melainkan menumbuhkan kebiasaan cinta buku. Melalui kegiatan sederhana, seperti membacakan dongeng sebelum tidur, menghadirkan pojok baca di kelas PAUD, atau melibatkan anak memilih buku bergambar, kita sedang menanam benih kecintaan terhadap literasi.

Momentum Hari Literasi Internasional seharusnya menjadi pengingat bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat bahwa literasi dimulai dari rumah dan sekolah sejak dini. Dengan memperkenalkan buku kepada anak khususnya anak PAUD, kita sedang mempersiapkan generasi yang tidak hanya bisa membaca, tetapi juga mencintai membaca sepanjang hayat. (DJ)

Scroll to Top