
Bullying masih menjadi tantangan besar di sekolah Indonesia. Sampai saat ini, masih berseliweran berita-berita dari pojok negeri mengenai perilaku bullying yang bahkan sudah sampai merenggut jiwa korban bullying. Bentuk bullying yang terjadi beragam, mulai dari mengejek, mengucilkan, merendahkan keyakinan, hingga intimidasi fisik atau verbal. Pada momentum Hari Anti-Bullying Internasional yang jatuh pada Kamis pertama bulan November, kita diingatkan bahwa pencegahan bullying harus dimulai sejak anak-anak masih kecil.
Bagaimana cara pencegahannya? Salah satu cara paling efektif dan menyenangkan untuk menanamkan karakter anti bullying adalah melalui cerita, khususnya buku anak yang sarat pesan persahabatan dan empati, seperti satu judul buku yang merupakan bagian dari seri paket buku ADAB (Anak terDidik Anak Berkarakter), yaitu Bersahabat dalam Perbedaan.
Mengapa Bullying Dapat Terjadi?
Bullying sering muncul karena:
- Kurangnya Empati
Anak tidak memahami bahwa ucapannya menyakiti orang lain.
- Tidak Menerima Perbedaan
Banyak tindakan bullying muncul karena perbedaan agama, warna kulit, cara bicara, atau kebiasaan.
- Pengaruh Lingkungan yang Salah
Jika mengejek dianggap “candaan”, anak akan menormalisasi perilaku bullying.
Jadi, masalah utama ada pada karakter. Kabar baiknya, semua akar masalah ini dapat dicegah melalui pendidikan karakter sejak dini, terutama lewat membaca buku yang menonjolkan empati dan toleransi. Di sinilah peran orangtua untuk dapat menanamkan kebiasaan membaca sehingga secara tidak langsung anak dapat menerima pesan tentang karakter lewat membaca.
Peran Buku Cerita dalam Mencegah Bullying
Sudah menjadi hal yang diketahui banyak orang bahwa kebiasaan membaca buku cerita banyak memiliki beberapa keuntungan, di antaranya:
- meningkatkan kemampuan anak memahami perasaan orang lain,
- menanamkan nilai kebaikan dan toleransi,
- mengajarkan cara menyelesaikan konflik secara sehat,
- membentuk karakter positif yang melekat hingga remaja.
Secara tidak langsung buku anak yang tepat akan menjadi “guru karakter” yang lembut, tetapi efektif.
Baca juga: https://cahayapustakanusantara.co.id/menanamkan-karakter-dan-kecerdasan-anak-lewat-buku/
Mengapa Buku Bersahabat dalam Perbedaan Sangat Relevan untuk Anti Bullying?
Buku Bersahabat dalam Perbedaan yang diterbitkan Cahaya Pustaka Nusantara menggambarkan tiga sahabat Bernama Zaki, Dina, dan Arya yang berasal dari agama berbeda, tetapi mampu hidup rukun, saling menghormati, dan saling mendukung. Nilai yang diajarkan buku ini sangat relevan sebagai media pencegahan bullying pada anak usia dini. Apa saja?
- Menanamkan Toleransi Sejak Dini
Anak belajar bahwa perbedaan keyakinan bukan alasan untuk merendahkan teman. Ini sangat penting untuk mencegah bullying berbasis intoleransi.
- Mengembangkan Empati Anak
Ketika tokoh saling mengingatkan untuk beribadah atau saling menunggu, anak belajar merasakan apa yang dirasakan orang lain.
- Mengajarkan Kerja Sama dan Persahabatan Sehat
Zaki, Dina, dan Arya suka saling menolong dan bekerja sama. Ini adalah nilai inti untuk mencegah tindakan mengucilkan atau mengejek.
- Memberi Contoh Nyata Sikap Menghindari Bullying
Tidak ada tokoh yang memaksa, meremehkan, atau mendominasi.
Cerita ini mengajarkan anak bagaimana bersikap sopan, santun, dan adil.
Cara Menggunakan Buku Ini untuk Kampanye Anti Bullying di Rumah dan Sekolah
- Diskusi Setelah Membaca
Tanyakan:
- “Apa yang kamu pelajari dari persahabatan Zaki, Dina, dan Arya?”
- “Apa kamu pernah melihat ada teman yang diejek?”
- “Apa yang harus kita lakukan kalau melihat bullying?”
- Buat “Janji Anti Bullying” Berdasarkan Cerita
Misalnya:
- Tidak mengejek teman.
- Menghargai perbedaan.
- Berani menolong teman yang di-bully.
- Jadikan Buku sebagai Bagian dari Program Character Building
Guru dapat menjadikannya bahan bacaan untuk tema toleransi, gotong royong, atau Projek P5.
- Tempelkan Kutipan atau Ilustrasi di Sudut Baca
Agar pesan toleransi terus diingat anak setiap hari.
Manfaat Membaca Buku Karakter untuk Mencegah Bullying
- Anak lebih mudah memahami sudut pandang orang lain.
- Anak lebih peka terhadap perasaan teman.
- Anak belajar cara menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.
- Anak tumbuh lebih percaya diri dan tidak mudah menjadi pelaku maupun korban bullying.
Penutup: Cegah Bullying Dimulai dari Cerita Sederhana
Bullying tidak bisa dihapus hanya dengan larangan, tetapi bisa dicegah dengan membentuk hati dan karakter anak sejak dini. Buku Bersahabat dalam Perbedaan membantu anak memahami:
- pentingnya menghargai perbedaan,
- indahnya persahabatan, dan
- kuatnya karakter empati.
Dengan kebiasaan membaca buku karakter seperti ini, kita menyiapkan generasi yang tidak mengejek, tidak mengucilkan, dan berani melindungi temannya. Literasi yang baik adalah langkah awal menuju sekolah yang bebas bullying. (DJ)
